![]() |
| Bapakku-Pahlawanku |
Aku melihat sesosok tubuh berdiri di didepanku. Ia tak cukup tinggi, bahkan aku lebih tinggi darinya. Kulitnya mulai keriput, waktu telah memakan usianya. Dia itu Bapakku.
Dua puluh tiga tahun yang lalu, seorang pemuda kota, merantau jauh ke hulu sungai kapuas. Mengemban tugas mulia, menjadi seorang guru agama di sebuah kampung nun jauh di pedalaman. Ia benar-benar seorang pejuang, jauh jarak tak menjadi beban. Banyaknya sahabaa-sahabatnya yang menolak ditugaskan ke pedalaman sama sekali tak membuat tekadnya runtuh. Telah tertanam di hatinya, tekad pengabdian yang kokoh. Dia itu Bapakku.








