Selasa, 16 Juli 2013

SATU PER TIGA : THE TUTUY COMPANY BERAKSI

 Eng, apa yang lo pikirkan kalau mendengar judul satu per tiga? buat yang baru denger mungkin bakal mengira gue bakal ngomongin matematika. enggak! sumpah gue gak bakal ngomongin matematika, apalagi jelasin tentang logaritma atau integral.

Postingan gue kali ini mengenai sebuah buku berjudul Satu Per Tiga yang ditulis temen coli  gue si @Kundilisme. kalau lo baru denger namanya ya gue maklum soalnya dia ini emang kurang terkenal, buku pertamanya aja gagal di pasaran. sekalinya laku cuma buat ganjelan pintu. Ya paling tidak buku dia terbit, sedangkan buku gue masuk penerbit aja kagak . duh malah curhat :|. Bang fial, kasihinilah mamon.


Buku satu per tiga gak ada hubungan dengan matematika, kalaupun ada palingan hubungannya dengan materi Diferensial, Itupun cuma bagian SIAL nya doang, Diferen-nya enggak.

TUMBUH


"Pertumbuhan adalah pertambahan volume yang bersifat tidak bisa balik atau disebut ireversibel"

Sejatinya, kehidupan itu terus tumbuh.  Dari bayi menjadi tua renta, dari biji menjadi pohon-pohon raksasa.

Bahwa jiwamu terus tumbuh juga ada benarnya. Bila dulu kamu menangis saat orang tuamu tak membelikan apa yang kamu inginkan dan sekarang kamu mulai memahami bahwa apa yang kamu inginkan tak terlalu kamu butuhkan sesungguhnya dalam jiwamu telah tumbuh rasa pengertian.

Bila dulu kamu memarahi orang tuamu kembali saat ia marah padamu dan kini kamu tahu bahwa marahnya adalah unjuk sayang maka dalam jiwamu telah tumbuh benih kasih sayang.

Bila dulu kamu menghabiskan uangmu untuk senang-senang dan kini kamu sadar bahwa sebagian uangmu adalah milik mereka yang tak berkecukupan, maka dalam dirimu telah tumbuh kepedulian.

Bila dulu kamu takut dan merasa tak mampu berbuat apa-apa dan kini kamu menemukan kemampuanmu dan meyakini bahwa kamu bisa, maka dalam jiwamu telah tumbuh rasa optimis.

Bila dulu kamu merasa bahwa kamu hidup dalam kekurangan dan kini kamu menemukan cara mengatasi keterbatasan dengan kelebihan dalam dirimu maka dalam jiwamu telah tumbuh kreativitas.

Bila dulu kamu berkerja penuh pamrih dan berharap balasan dan kini kamu tak  mengharapkan itu sama sekali maka dalam dirimu teklah tumbuh keikhlasan.

Tumbuh adalah seni kehidupan. Maka kehidupan itu sendiri juga terus tumbuh.



_____________________________________________________________

Gambar di atas dibuat untuk "Weekly Artwork" di Grup Art Blogger Indonesia, sebuah grup blogger yang mewadahi blogger yang suka bikin artwork.  Kamu artworker? gabung di sini

Selasa, 02 Juli 2013

Percakapan Cahaya Bintang dan Lembar Terakhir Sebuah Sketchbook


Ini Pontianak kotaku. Hari sudah malam. Kian sepi rasanya ketika lampu-lampu mulai dimatikan. Tak ada suara kodok seperti biasa, saat hujan sering tahun beberapa bulan yang lalu.

Ini Pontianak yang sepi. Seperti hatiku bertahun-tahun ini.

Masa lalu adalah rantai yang diam-diam terpasang di kakiku. seberapapun aku berusaha melangkah, aku tak bisa berpindah.

Tak tahu kapan, aku merasa ada yang memotong rantaiku diam-diam.

"Kamu tahu kenapa aku memilihmu?," Tanyamu dengan suara pelan. Mungkin kamu takut membangunkan bintang yang sedang tertidur.

Aku menggeleng, tanganku asyik menggambar  helai demi helai rambut di atas lembar terakhir sketchbookku.

"Aku juga tidak tahu," Kamu mengangkat kepala. Matamu memandang milyaran bintang, menangkap sejuta cahaya.  Seluruh cahaya itu terperangkap di matamu.

"Lalu kenapa kau tanyakan kepadaku?," Tanyaku heran.

"Karena mungkin kamu tahu alasan mengapa kamu layak dipilih,"

"Bagaimana bila ternyata aku yang memilihmu? dan kamu hanya mengabulkan pilihanku?. Bukankah berarti kamulah  yang harusnya mencari alasan itu dalam dirimu?," Aku balik bertanya. Kamu merapikan rambutmu yang tertiup angin malam.

"Ah, aku bingung," Kamu menundukkan kepala, menggerakkan kaki mencipta pusaran gelombang. Cahaya bintang itu masih terperangkap di matamu.

"Kenapa haru bingung tentang siapa yang memilih dan mengapa memilih," Ujarku menyelesaikan gambarku. Kamu hanya menoleh sebentar ke arahku, lalu kembali melihat bayangan dirimu di dalam air.

"Kita adalah yang saling dipertemukan, dipilih untuk saling memilih. Kita tak butuh alasan, yang kita butuhkan adalah penerimaan," Aku menarik nafas dalam. Matamu kembali bertatapan dengan mataku. Cahaya di matamu membuatku bisu sejenak.

Aku mencabut lembar terakhir sketchbook-ku dan menyerahkan padamu.

"Ini adalah lembar terakhir dari sketchbook-ku, dan aku ingin kamu menjadi lembar terakhir dari hatiku"




Minggu, 30 Juni 2013

APA KABAR, KAMU



Hai, kamu.....
Apa kabar ? sudahkah lapang hatimu untuk aku singgah
Masih seringkah kau mendendangkan lagu-lagu?
Nyanyikan untukku satu lagu saja.

Ini aku dan ia yang bernama harapan
Sering kami bersama namun tak banyak harapan yang menjadi nyata
Ini aku dan ia yang bernama harapan
Harapan itu kini kusebut sebagai kamu

Lihatlah kertasku yang usang
Penuh bekas air mata yang mengering atas luka masa lalu
Dan kau datang, sebagai tinta yang melukis sktesa-sketsa kehidupan yang baru

Telah lama lahir rasa itu,
Dan kini ia tumbuh besar bagai seorang bayi
Kini ia balita yang belajar merayap
Semoga lekas berdiri

Aku mencintaimu dengan dan tanpa balasan

Rabu, 05 Juni 2013

Kepada Kamu ; Fa

Dari aku yang diam-diam sering melirik dan memperhatikanmu . Tak peduli apapun namanya untuk rasa ini, aku ingin kita bertemu (lagi) - Aku

Aku tak pernah tahu kapan ini dimulai, ini aku yang mengangumimu diam-diam.  Kumenghabiskan banyak malam menunggumu muncul di beranda lalu tersenyum sendirian. Ibu! Bapak! Kirim saja aku ke rumah sakit jiwa.

Aku mengagumi diam-diam, tak ingin merawat harapan. Terlalu banyak harapan yang telah mati, karena harapan yang tinggal harapan pada akhirnya akan mati sendiri.


"Tak peduli diammu menegahi langit, kuhanya ingin baikmu malam ini. Jika ada setitik senyum untuk mimpimu, biarkan dia di pelukmu, meski hanya satu detik" - Moammaremka






Selasa, 04 Juni 2013

Atas Nama Pluto


Atas nama Pluto yang terpenjara dalam sunyi
Ini lagu tanpa lirik tanpa nada, hening saja
Berjalan dalam diam, hatiku bertanya dikau siapa
Menanam benih harap, menyangga impian dalam luka
Kesunyian menciptakan aku dan engkau serta ketiadaan
Dalam sunyi, ini aku dan engkau yang menjadi kita, menjadi kata


ini sepotong hati yang penuh harap
Jangan kau biarkan hancur, ini hatiku yang telah lama berkarat
Jangan kau pergi diam diam, karena aku akan merindukanmu terang-terangan
Bila kau menghilang aku tahu di mana kau bersembunyi, Pluto
Akan kukejar kau naik roket mainan milik anak tetangga
Biarlah dianggap gila, karena padamu aku benar tergila-gila

Dan aku kemudian menjelma hening
Lahir sebagai puisi, sebagai sajak, sebagai Pluto
Sebagai aku, sebagai engkau, sebagai kita, sebagai cinta

Sabtu, 01 Juni 2013

Mengintip Produk "Anyar" Nokia (Nokia 3310)

Kali ini gue bakal bikin review handphone keluaran terbaru dari Nokia.

Setelah berbagai produsen HP menluncurkan produk teranyarnya, Nokia ternyata gak mau kalah. Di lansir oleh Harian Dzegulatoun, Adisababa Ethiophia, Nokia akan segera meluncurkan produk teranyarnya yakni :


NOKIA 3310

Nokia 3310 didesain dengan bentuk yang elegan dan teknologi supercanggih.  Berikut ini beberapa kelebihan Nokia 3310 dibanding Handphone dari produsen lain :

1. Tahan banting
Hal yang paling ngeselin dari handphone sekarang adalah mudah rusak bila jatuh. Berkebalikan dengan itu, Nokia 3310 didesain sebagai handphone tahan banting, Bila handphone merek lain dijatuhkan ke ubin layarnya akan pecah, bila Nokia 3310 dijatuhkan ke lantai, ubinnya yang pecah.

Perbandingan iPhone dan Nokia 3310