Minggu, 10 Maret 2013
TAK TIK TUK, DAG DIG DUG
Bila kau mendengar Tak Tik Tuk
Ketahuilah sayang itu suara sepatu kuda
Tapi bila kau mendengar dag dig dug
Ketahuilah itu detak jantungku yang bersuara
Waktu aku masih kecil
Pada hari minggu kuturut ayah ke kota
Kami tidak naik delman, tapi sepeda motor rodanya dua
Tak ada pak kusir, cukuplah ayahku yang menyetir
Kuingin duduk di muka, tapi kata Ayah duduknya di belakang saja
Sekarang aku sudah besar, sudah bisa jatuh cinta
Setiap hari aku ke kota sendirian saja
Naik motor sendiri, tetap tak ada pak kusir
Kududuk di muka, yaiyalah kan aku yang nyetir
Bila kau mendengar Tak Tik Tuk
Ketahuilah sayang itu suara sepatu kuda
Tapi bila kau mendengar dag dig dug
Ketahuilah itu detak jantungku yang bersuara
HEDONESIA
Maka aku ingin berdongeng tentang sebuah negara yang menganut demokrasi, pada zaman dahulu kala di sebua negeri bernama Hedonesia.
Di hedonesia negara yang katanya demokrasi tapi masih ada yang saling mendiskriminasi.
Tak ada yang bisa dibanggakan, dari demokrasi yang pura-pura.
Di Hedonesia atas nama demokrasi suara rakyat dijual di padar gelap dalam jual beli yang disebut serangan fajar.
Di Hedonesia, anak2 muda tersihir oleh idola, menjadi fanatisme buta. Nasionalisme berganti sujuisme, belieberisme, smashblastisme, dan sebagainya
Jangan bicara korupsi, di Hedonesia korupsi itu budaya. Pura pura saja dilawan padahal diagung-agungkan.
Di hedonesia yang kaya, Rakyatnya lalu mati seperti ayam di lumbung padi.
Jumat, 01 Maret 2013
CINTA ITU EGOIS
Jatuh cinta egois, karena cinta harus memiliki
Cinta memang gak butuh alasan, tapi akan selalu butuh balasan.
Gue paling sering tuh denger nasihat "sabar bro,cinta itu gak harus memiliki. kalau lo sayang dia harusnya lo senang kalau dia senang". Biasanya sih kalau udah ada yang ngomong gitu gue iyain aja walaupun hati gue menolak.
Kalimat "Cinta tak harus memiliki" bagi gue hanyalah upaya menenangkan diri. karena, bila cinta memang tak harus memiliki kenapa kita harus bersedih waktu ternyata kita gak diterima sebagai orang yang dia sayangin. kenapa kita harus kecewa, kenapa kita harus marah?. Cinta itu harus memiliki, makanya ketika tak memiliki ada patah hati.
Di sisi lain gue semakin merasa bahwa cinta itu egois, kita ingin senang tapi sedih melihatnya senang. Lo semua mungkin juga pernah tuh ngalamin posisi dimana ternyata orang yang lo suka malah suka ke orang lain, orang yang lo incer sejak lama eh jadian sama orang lain. Pasti kesel banget tuh, bahkan gak jarang ada yang do'a jelek-jelek.
Cinta itu harusnya memiliki, namun saat tak memilki maka yang harus kita lakukan adalah merelakan. Cinta gak bisa dipaksain, karena menyangkut perasaan. Bila pikiran bisa dioktrin, maka tidak dengan hati.
Minggu, 17 Februari 2013
Ruang Temu
| Source |
"Kamu cantik." . Ia hanya membalas kalimatku dengan seulas senyuman. Ini kesekian kalinya aku mengulang kalimat yang sama. Jantungku berdegub kencang, tak seperti biasa.
Aku mengalihkan pandangan ke penjuru ruangan, sebuah kafe mungil dengan desain klasik yang menenangkan. Hanya ada sekitar 30 kursi di sini, semua penuh terisi. Di dinding merah foto-foto pemandangan kehidupan Paris di tahun 1950-an tertata apik. kabarnya semua foto itu adalah karya karya fotografer Robert Doisneau. Doisneau dikenal lewat foto The Kiss yang menampilkan dua sejoli
sedang berciuman di antara kesibukan jalan di kota mode Paris. Manis sekali seperti sarikaya yang perlahan-lahan meleleh dari dua tangkup roti, kaya toast, menu paling favorit di sini.
| Source |
"Kok diam lagi?,". Terkejut aku dibuatnya, aku kembali memusatkan perhatianku padanya berusaha bertingkah senormal mungkin.
"Tempat ini menenangkan," Aku mencoba mencairkan suasana. ya, ini pertama kali kami berjumpa setelah sekian lama menjalin hubungan jarak jauh. Bagaimana bisa? Salahkan saja jejaring sosial yang mempertemukan kami.
"Mungkin karena tempatnya yang kecil, pengunjungnya tidak terlalu ramai,"
"Semua orang pasti bahagia berada di sini,"
"Kamu bahagia?"
"Pasti, berada di sini begitu nyaman. Bersamamu pula,"
"Gombal, penyakit pria nomor 365"
"Nomor 366nya?,"
"Suka ngasih harapan palsu, hahahaha," tawanya pecah memenuhi ruangan, tak ada yang memandangi kami dengan pandangan yang aneh. Di sini semua pengunjung terasa begitu dekat, semua merasa dirinya sedang berada di rumah sendiri. Bahkan sejak tadi sekelompok muda-mudi asik cekikikan membicarakan minggu ujian yang baru saja di lewati.
"Aku enggak begitu lho,"
"Yakin? gak percaya ," ia memasang wajah manyun, lucu sekali.
"Kamu pikir untuk apa aku datang jauh-jauh ke sini untuk menemuimu selain membuktikan kesungguhan?,"
"Iya, iya aku percaya, Jadi kapan kamu kembali ke Pontianak?,"
"Besok" Aku kembali mengalihkan pandangan ke dinding, Foto soekarno seolah menatapku dengan tajam. perasaanku saja mungkin. Aku juga ingin lebih lama bersamanya.
"Baiklah, Kutunggu kamu lagi,". Terdengar menyenangkan, namun pahit menyadari bahwa dalam kalimat itu tersimpan sebuah harapan. Harapan yang enta kapan akan terkabulkan (lagi). Giliranku yang membalasnya dengan senyum.
"Kamu cantik sekali"
"Iya, aku tahu. kamu sudah mengulang kalimat itu 4 kali,". Kami menutup pertemuan dengan tawa yang hangat. Aku berharap ini akan terulang lagi, entah kapan.
Jumat, 08 Februari 2013
Artwork dan Menulis Perasaan
Udah lama rasanya gak bikin posting galau di sini, he ehm. Posting gambar juga udah gak pernah. Sebagai seorang blogger yang dielu-elukan masyarakat gue merasa berdosa.
Tadi sore entah kenapa gue tiba-tiba kepikiran seseorang, lumayanlah bisa buat ide nulis. jadi gini ya kawan, galau itu gak selamanya berdampak buruk kok selama kita bisa ngendaliin perasaan. Kenyataannya, orang yang punya beban pikiran bakal lebih kretaiv ketimbang orang yang hidupnya datar aja. Jadi misalnya lo tiba-tiba galau ya ambil hikmahnya aja. Buruan tulis apa yang lo rasain, apapun itu. Kalau terlalu privat ya tulis di diary aja buat konsumsi sendiri. Biasanya sih suatu saat ketika lo butuh ide tulisan di diary bakal sangat ngebantu. Kan lo bisa saring tu mana yang boleh lu publikasikan mana yang enggak.
Kebanyakan tulisan yang dalem itu yang ditulis berdasarkan pengalaman peribadi, karena lo gak perlu observasi, semua yang lo tulis ada di diri lo. sifatnya bukan mengarang tapi menceritakan, jadi lebih mudah buat lo nuangin ide-ide lo.
Nah kalau tulisan ini menurut lo berdasarkan pengalaman pribadi atau gue cuma ngarang?
Tadi sore entah kenapa gue tiba-tiba kepikiran seseorang, lumayanlah bisa buat ide nulis. jadi gini ya kawan, galau itu gak selamanya berdampak buruk kok selama kita bisa ngendaliin perasaan. Kenyataannya, orang yang punya beban pikiran bakal lebih kretaiv ketimbang orang yang hidupnya datar aja. Jadi misalnya lo tiba-tiba galau ya ambil hikmahnya aja. Buruan tulis apa yang lo rasain, apapun itu. Kalau terlalu privat ya tulis di diary aja buat konsumsi sendiri. Biasanya sih suatu saat ketika lo butuh ide tulisan di diary bakal sangat ngebantu. Kan lo bisa saring tu mana yang boleh lu publikasikan mana yang enggak.
Kebanyakan tulisan yang dalem itu yang ditulis berdasarkan pengalaman peribadi, karena lo gak perlu observasi, semua yang lo tulis ada di diri lo. sifatnya bukan mengarang tapi menceritakan, jadi lebih mudah buat lo nuangin ide-ide lo.
Nah kalau tulisan ini menurut lo berdasarkan pengalaman pribadi atau gue cuma ngarang?
Kepada kamu, wanita yang punya bintang di matanya
Berbulan-bulan yang lalu, pertama kumelihat senyummu yang sederhana. tak ada lesung pipi yang manis atau kacamata yang membuatmu terlihat terpelajar. memandangmu dari kejauhan, mengagumi dalam diam.
Berlembar-lembar kertas kuhabiskan untuk melukis wajahmu yang ayu, tidak mudah ternyata karena wajahmu hanya tergambar jelas di kepalaku. kapan lagi kita berjumpa.
Inikah cinta yang katanya tak beralasan? tapi aku butuh balasan.
Memang rindu itu sederhana saja, serupa hujan yang kian deras. mana tahu kita akan berjumpa, lagi.
Aku terpenjara dalam sunyi, dalam diam, dalam bisu bak batu. yang ingin kutemukan sekarang adalah kamu.
Cinta harusnya sederhana, tapi kamu luar biasa. bisakah kita berjumpa?
Minggu, 03 Februari 2013
Catatan Gamabasis 2013
Senang rasanya kembali ke Pontianak..
He ehm. jadi sejak tanggal 28 januari ampe tanggal 2 februari kemartin gue sama temen-temen Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (Himbio) ngadain kegiatan dharma bakti mahasiswa (Gamabasis) di Bengkayang, salah satu ibukota kabupaten di Kalimantan Barat.
Selama enam hari kami tinggal di Mess Pelajar, lokasinya keren, di atas bukit. Di sekelilingnya kita bisa ngeliat barisan gunung dan hutan hijau yang masih sangat alami. Dengan jadwal kegiatan ytang padat pastinta capek banget, tapi berhubung kita sama-sama, jadi gak berasa. Ada-ada aja yang bisa bikin senyum dan ketawa, pokoknya seru banget.
| pagi yang manis di bengkayang |
| Asrama Pelajar, selalu menyenangkan berada di sini |
Minggu, 06 Januari 2013
Maaf Ini Curcol!
Sudah lewat pukul sepuluh malam, dan aku masih belum bisa memejam.
Ada sesuatu yang terus menganjal di benakku. Bukan tentang kehilangan atau menemukan tapi tentang pilihan yang telah terlanjur dipilih.
Kita tidak pernah tahu apa konseskuensi dari pilihan yang kita tetapkan, yang bisa kita lakukan hanya menerima.
Aku sedang dalam fase kritis, yaitu saat aku berpkir untuk menyerah di tengah jalan. Setahun lalu aku dengan bangga masuk sebagai seorang mhasiswa pendidikan biologi, apalagi di sebuah Universitas Negeri. Keren rasanya ketika memiliki gelar sebagai MAHASISWA.
Bilogi adalah pilihan ketiga saat tes SNMPTN. Biologi dipilih karena hanya biologilah mata pelajaran Sains yang tidak terlalu banyak menghitung, Saya tidak suka berhitung, saya lebih suka menulis.
Setahun lebih aku mencoba bertahan dan menyesuaikan diri. mencoba menguatkan hati bahwa ini harus dilalui dengan penuh semangat karena ini adalah buah dari pilihan. nyatanya, sampai saat ini aku belum menemukan cara agar bisa measa senang dengan biologi.
empat terpkir untuk putus kuliah tapi betapa buruknya aku yang menytia-nyiakan kesempatan mengecap pendidikan saat di luar sana banyak orang yang menginginkan pendidikan?
Entahlah, semakin hari semakin lelah rasanya. Semacam menjalani hubungan yang dilandasi cinta yang pura-pura.
Yang aku mau sederhana, bila ini kehendak Tuhan maka kuatkanlah aku, dan bila ini bukan jalanku, bukakan jalan yang lain untuk kuberbelok dan kulalui.
Ada sesuatu yang terus menganjal di benakku. Bukan tentang kehilangan atau menemukan tapi tentang pilihan yang telah terlanjur dipilih.
Kita tidak pernah tahu apa konseskuensi dari pilihan yang kita tetapkan, yang bisa kita lakukan hanya menerima.
Aku sedang dalam fase kritis, yaitu saat aku berpkir untuk menyerah di tengah jalan. Setahun lalu aku dengan bangga masuk sebagai seorang mhasiswa pendidikan biologi, apalagi di sebuah Universitas Negeri. Keren rasanya ketika memiliki gelar sebagai MAHASISWA.
Bilogi adalah pilihan ketiga saat tes SNMPTN. Biologi dipilih karena hanya biologilah mata pelajaran Sains yang tidak terlalu banyak menghitung, Saya tidak suka berhitung, saya lebih suka menulis.
Setahun lebih aku mencoba bertahan dan menyesuaikan diri. mencoba menguatkan hati bahwa ini harus dilalui dengan penuh semangat karena ini adalah buah dari pilihan. nyatanya, sampai saat ini aku belum menemukan cara agar bisa measa senang dengan biologi.
empat terpkir untuk putus kuliah tapi betapa buruknya aku yang menytia-nyiakan kesempatan mengecap pendidikan saat di luar sana banyak orang yang menginginkan pendidikan?
Entahlah, semakin hari semakin lelah rasanya. Semacam menjalani hubungan yang dilandasi cinta yang pura-pura.
Yang aku mau sederhana, bila ini kehendak Tuhan maka kuatkanlah aku, dan bila ini bukan jalanku, bukakan jalan yang lain untuk kuberbelok dan kulalui.
Langganan:
Postingan (Atom)




