Senin, 30 April 2018

KOSONG


Pernah kau merasa kosong?
Saat kau pegang dadamu kau merasakan kehampaan.
Saat kau dengar detaknya, hanya degub dua degub yang terdengar.
Kau menjadi asing atas dirimu sendiri.
Kau menjadi bukan kau, menjadi manusia yang lain.

Pernahkah kau merasa dadamu tiba-tiba penuh?
Saat kau pegang dadamu kamu merasakan keriangan.
Saat kau dengar detaknya, beribu degub berlarian mencipta riuh.
Kamu tetap asing atas dirimu sendiri.
Kamu masih bukan kau, menjadi manusia yang lain.

Itu adalah saat kau takut kehilangan.


30-04-2018/11:08

Selasa, 28 Juni 2016

Berkaca Pada Sapta

Udah lama gak nulis di blog, sekali nulis ikut Blog Tour Perfect Ten-nya Mas Dannie Faizal. Iya, itu saya.

Kalau kalian ngikutin promo Blog Tour Perfect Ten ini dari awal kalian mungkin sempat liat kalau di tanggal 28 itu harusnya giliran Fazameonk, komikus Si Juki yang terkenal itu. Eh tiba-tiba muncul nama saya yang menggantikannya.  Maklumlah, Faza sekarang sibuk. Dia sedang gigih memperjuangkan Si Juki agar bisa terbit juga di planet nibiru.

Saya menerima paket buku Perfect Ten sejak beberapa hari yang lalu. Sejujurnya beberapa bulan terakir saya tidak membaca novel. Ini novel pertama yang saya baca setelah sekian lama. Saya baru membaca bab pertama hingga tadi malam akun twitter bukune mengingatkan kalau saya harus menulis tentang buku ini hari ini. Gawatnya hari ini adalah tanggal mudik saya,  apa yanghendak saya tulis kalau baru membaca bab pertama.

Pagi-pagi sekali saya cabut ke bandara, jadwal terbang saya baru jam 11 tapi jam 9 saya sudah duduk manis menunggu keberangkatan. Selain takut macet dan menyebabkan tiiket yang harnya sudah berlipat-lipat itu hangus saya juga merasa tak ada yang perlu saya kerjakan lagi di kosan. Lebih baik saya berangkat awal dan membaca Perfect Ten di sana.

Membaca Perfect Ten di Bandara


Selain alasan kesibukan akhir-akhir ini saya memang kurang tertarik membaca novel. Saya tidak yakin mampu menyelesaikan satu buku dalam satu hari seperti kebiasaan saya beberapa tahun yang lalu.  Untungnya Perfect Ten sangat relate dengan keseharian saya, saya tenggelam dalam cerita Sapta.

Karakter Sapta yang sering menunda dan kurang terencana membuat saya merasa seperti bercermin. Sebagaimana Sapta dengan impian-impiannya, saya juga punya mimpi yang luar biasa. Sayangnya seringkali saya merasa saya belum cukup bertanggung jawab atas mimpi yang saya tuliskan sendiri. Saya terjebak dengan imajinasi anak kecil tentang keajaiban-keajaiban, tanpa mengukur sejauh mana saya berjalan.
Bacnya masih berlanjut di pesawat

Impian kita harus tinggi, tapi jangan lupa untuk mengukur seberapa tingginya. Hingga kita tahu berapa lama kita harus mendaki, dan di titik mana kita harus berhenti dan beristirahat sejenak.  Katakan kita punya impian untuk jangka waktu 10 tahun, maka kita harus punya target-target kecil di tahun pertama, tahun kedua, dan tahun-tahun selanjutnya. Karena anpa itu, impian hanyalah  impian.


Bila saya diminta memberi nilai dalam rentang 1 sampai 10 untuk buku ini, saya punya  8. Perfect Ten, Sebuah kisah tentang cita-cita da cinta yang dibalut komedi, tidak sempurna memang tapi cukuplah membuat kita punya sudut pandang baru tentang  apa yang kita punya.


Btw ini buku pertama yang saya baca di bandara dan pesawat, karena biasanya saya lebih senang membaca buku di tempat yang tenang. 

Minggu, 24 April 2016

Komikus Jangan Cuma Bikin Komik, Merchandise juga dong!


Kalau kita amati bersama, dua tiga tahun belakangan komik Indonesia lagi naik-naiknya. Berbagai buku komik terbit yang disusul maraknya majalah komik yang beredar di pasaran. Tidak hanya itu saja, web komik yang merupakan platform penyedia komik online juga begitu digilai dan menarik jutaan pembaca.  Penggemar-penggemar komik lokal bermunculan dan menjadi pasar yang menarik untuk dijejaki.  Walau belum mampu menyamai popularitas komik-komik luar, namun ini merupakan tanda yang baik untuk perkembangan industri komik kita.

Di luar negeri seperti jepang, industri komik memang sudah maju pesat. Tidak hanya mengeluarkan produk komik, karakter-karakter komik juga muncul dalam bermaca-macam produk seperti kaos, action figure, hingga berbagai peralatan rumah tangga dengan gambar karakter komik kesayangan. Di Indonesia,  masih banyak komikus  yang masih berpikir kalau mereka hanya perlu membuat komik saja. Padahal dengan popularitas komik yang dibuat, mereka juga harusnya sudah mulai memikirkan merchandise yang dapat diproduksi dari karya komiknya.

Tidak perlulah seperti komik-komik luar  yang merchandise-nya sudah bermacam-macam bentuknya, cukup merchandise yang simpel dan dapat digunakan sehari-hari  oleh pembelinya.
Memang sepertinya masih banyak yang berpikir kalau ongkos produksi merchandise cukup mahal, padahal sekarang sudah banyak vendor penyedia jasa cetak merchandise dengan ongkos yang lebih murah.

Berikut ini 4 jenis merchandise yang cocok diproduksi dari karya komik :

1. Pin
Pin merupakan merchandise yang dapat dicetak dengan biaya relatif murah. Dengan ongkos produksi yang murah komikus dapat menjual pin dengan harga yang murah pula hingga terjangkau oleh kalangan pelajar yang biasanya menggemari komik.

2. Stiker



Sama seperti Pin, stiker juga merupakan produk yang relatifmurah untuk diproduksi. Dalam beberapa event komik saya perhatikan stiker sangat diburu oleh para penggila komik.

Anda dapat membuat stiker dengan berbagai pose dari karakter komik anda, sehingga pembeli memiliki banyak pilihan.


3. Tote Bag


Adanya program diet kantong plastik membuat tote bag makin banyak digunakan. Tote bag dengan karakter komik yang lucu dan unik tentu tampak lebih menarik digunakan dibanding totebag dengan gambar-gambar atau tulisan yang monoton.

Di Indonesia masih belum banyak yang memproduksi totebag dengan gambar karakter komik lokal. Ini tentu menjadi ceruk pasar yang bisa digali.


4. Kaos

Walau ongkos produksi kaos relatif besar namun menjual kaos sebagai pemasuukan tambahan komikus juga perlu diperhitungkan. Apalagi bila karakter komiknya sudah cukup terkenal. Penggemar tidak akan banyak pertimbangan untuk membeli merchandise kaos bergambar komik yang lucu.

Walau ongkos produksi kaos relatif besar namun menjual kaos sebagai pemasuukan tambahan komikus juga perlu diperhitungkan. Apalagi bila karakter komiknya sudah cukup terkenal. Penggemar tidak akan banyak pertimbangan untuk membeli merchandise kaos bergambar komik yang lucu.

Selain itu, produk-produk merchandise tersebut juga dapat dijual dengan sistem paket. Anda dapat menjual komik, stiker, dan kaos dengar harga tertentu. Biasanya penjualan merchandise dengan sistem paket tersebut lebih efektif dan menarik untuk pembaca.

Membuat merchandise untuk komik selain menjadi pemasukan tambahan juga menjadi alat promosi karena ketika si pembeli mengenakan merchandise bergambar karakter komik yang anda  buat maka secara tidak langsung ia turut mempromosikan komik tersebut. Orang-orang yang melihat gambar-gambar di berbagai media tersebut barangkali akan tertarik dan mencari tahu tentang komik yang anda  buat.

Jangan lupa pula,, buatlah merchandise dengan kualitas baik. Jangan asal murah karena kualitas menentukan kepuasan pembeli. Dengan desain yang unik dan menarik namun kualitas rendah bisajadi pembeli akan kecewa dengan produk anda. Sekarang sudah banyak vendor penyedia jasa cetak mercandise yang berkualitas dan harga yang masuk akal. Tidak perlu menyambang workshopnya langsung, beberapa vendor bahkan menerima pemesanan online. Salah satu vendor yang yang baik kualitasnya misalnya CustomBagus.

Adanya merchandise dari karakter komik anda selain meningkatkan popularitas juga menghindari pembajakan karya oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Namun perlu diperhatikan yang nomor 1 tentu tetap kualitas karya komik. Karena tanpa  cerita dan karakter komik yang menarik maka merchandise yang anda buat bisa jadi menjadi tidak menarik untuk dibeli. Pembeli tentu mempertimbangkan popularitas karakter komik anda saat mereka hendak membeli produk anda. 

Gimana? Masih berpikir kalau komikus Cuma perlu bikin komik doang?




Lomba Blog: Inovasi Produk Bersama CustomBagus

Jumat, 04 Maret 2016

Tentang Perasaan, Diungkapkan atau Tidak Diungkapkan?

Berapa banyak manusia di dunia ini yang bertahun-tahun menyimpan perasaannya sendirian dan tak pernah disampaikan.

Ada yang memang tak memiliki keberanian, adapula yang mengatasnamakan kehormatan perasaan. Perasaan cinta tak perlu diumbar-umbar, cukuplah engkau yang datang ke rumahnya membawa lamaran. Ah, seandainya semudah itu.

Urusan mengungkapkan perasaan atau tidak bisa jadi menjadi teramat sangat rumit. Bisajadi kau ingin mengungkapkan tapi kau merasa dirimu belum pantas. Hingga di suatu titik kau menerima kenyataan dia sudah menjadi milik orang lain. Akan lebih menyakitkan bila ternyata dia diam-diam memiliki perasaan untukmu.

Di suatu waktu yang lain bisajadi kau memilih mengungkapkan, membiarkan dia menunggu dengan berjuta-juta perasaan harap-harap cemas. sedang dirimu semakin hari semakin merasa asing dengan perasaan, tumbuh perasaan yang lain hingga kau meninggalkan. Ah, mudah sekarang kau adalah pria pemalsu harapan.

Barangkali kita tak perlu memusingkan banyak hal, cukup melangkah maju ke depan dengan tegap. Menulikan telinga atas penilaian-penilaian, mematika rasa atas ketakutan-ketakutan.


Minggu, 17 Januari 2016

KAMU, HUJAN, DAN KENANGAN

hai, apa kabarmu? hujan sering turun di kotaku.
masihkah kau gemar bermain di bawah rintik hujan? atau sekedar mengulurkan tangan, menyambut tetesan hujan dengan telapak tanganmu yang lembut.
barangkali kau masih ingat tentang surat-surat yang kukirimkan. juga kaset-kaset berisi lagu-lagu romantis yang kurekam dari musik di radio.
ah sudah berapa lamakah itu?tiga tahun, empat tahun, lima tahun? entahlah. kita sudah sepakat untuk menjadikan semua itu kenangan.
seperti pita-pita kaset itu, begitulah hujan merekam dan menyimpan kenangan. semua rindu itu masih teringat lekat.

Minggu, 27 September 2015

Pria Yang Menikahi Kesepian


di suatu waktu, aku bertemu seorang pria tua yang menghabiskwan sisa umur di gubuk reot di tepi kota. rambutnya sudah rontok, giginya tinggal seadanya.
saat aku bertamu ke rumahnya, aku melihat ia menggengam cangkir kopi yak tak lagi ada isinya. di depannya, sebuah buu catatan tebal tengah terbuka, dan di sampingnya tergeletak pena dari bulu angsa.
pria tua itu, pria yang puluhan lalu namanya dipuja-puji di seluruh kota. seorang penyair jenius yang semua sairnya mampu membuat derai air mata. derai haru derai duka.
aku duduk di sampingnya, melihat jarinya yang keriput mengetuk-ngetuk meja. kupikir ia sedang akan membuat sajak.
"sudah 10 tahun aku tak lagi menulis sajak, sajakku sudah mati, dikubur di dalam sunyi" ujarnya pelan, seolah membaca pikiranku barusan.
aku tak habis pikir kenapa ia memilih sendiri hingga renta. padahal puluhan tahun yang lalu, jikalau dia hendak malamar gadis maka tinggal tunjuk saja. niscaya sang gadis akan ikhlas menjadi istrinya.
"Semua wanita itu makannya nasi, bukan puisi" ujarnya lagi. Apakah ia benar-benar membaca pikiranku? entahlah. Ya, aku tahu hidup menjadi penyair tak ada duitnya. orang-orang gemar menikmati tapi enggan memberi. ia hanya pengamen sajak, membacakan sajak dari sisi jalan yang satu ke jalan yang lain. dari teras kafe yang satu ke teras yang lain. kadangkala ia mentas di panggung balai kota, tapi bayarannya hanya akan tahan untuk satu bulan saja. Ah tapi bukankah bila sudah cinta segala kesulitan tak akan begitu pahit? kenapa dia begitu betah sendiri?.
"Aku tak pernah sendiri anak muda. Aku telah menikahi kesunyian, kesunyian tak mengkhianati, tak akan pergi sebelum aku pergi". Sialan dia membaca pikiranku lagi. Aku menuangkan kopi dingin dari teko ke gelasnya. Satu sesapan, cangkir itu kosong lagi.
27-09-20115

Kamis, 17 September 2015

MAK CIK MARYAMAH

Pagi pagi sekali, makcik maryamah sudah pergi ke kebun karet untuk menoreh getah . Bukannya apa, sudah beberapa hari si bungsu merengek minta dibelikan sepatu baru. Itu adalah suatu ketika di musim penghujan sekitar 20 tahun yang lalu.
Si bungsu pagi itu bersumpah tak akan pergi sekolah kalau sepatu baru tak juga dibelikan. Bukannya apa, teman-temannya baru saja dapat sepatu bantuan pemerintah. Sialnya tak semua dapat, dan si bungsu salah satu yang tidak beruntung.
Berkali-kali Mak cik maryamah meminta si bungsu bersabar. Musim penghujan bukan waktu yang baik untuk menoreh getah. Tapi si bungsu tetap tak mau berhenti merengek. Seharian si bungsu guling-gulingan di teras rumah, tidak mau makan.
Padahal sebelum-sebelumnya si Bungsu itu tak pernah mengeluh. Sepatu putih yang dipakainya sejak lama memang sudah tak putih lagi. Bila sudah demikian biasanya ia mengumpulkan kapur sisa dari sekolah. Di tengah hari yang panas ia akan sibuk mengoleskan serbuk kapur ke sepatunya agar terlihat lebih putih.
Selain sebab sepatu teman-temannya yang baru ternyata ada lagi penyebab utama si bungsu ini merengek. Kelas lima, itulah kelasnya si Nurlela, anak kepala sekolah. Rambutnya panjang matanya berkilauan. Ada lesung pipit menghias kedua pipinya. Gadis yang ditaksir si bungsu diam-diam. Si bungsu yang sudah kelas enam sering pura-pura punya urusan di kelas lima. Diam diam curi curi pandang.

Rabu, 16 September 2015

Dia yang Duduk di Tepi Kapuas

itu adalah suatu malam yang hening di tepian kapuas. matanya lekat memandang langit malam denngan jutaan cahaya bintang. bibirnya komat-kamit seperti merafal mantra, atau entah menyebut sebuah nama.
ia duduk di gertak kayu yang sudah begitu tua, sesekali ombak air membuat gertak terasa bergetar. pikirannya melayang entah kemana, di matanya hanya terlihat seulas wajah, wajah yang terus menghantui malam-malamnya.
sudah setahun terakhir ia berulah demikian. teman-teman sebayanya, bapak-bapak yang nongkrong di warung kopi di dekat dermaga, juga ibu-ibu yang mencuci pakaian di lanting-lanting kecil, selalu menempelkan telunjuk yang dimiringkan di jidat setiap kali melihatnya.
usianya baru 22, baru terlepas dari masa remaja. hanya sekali jatuh cinta, dan ittu sudah cukup membuat hatinya merana demikian rupa`
suatu waktu satu tahun yang lalu ketika ia mengantar ikan pesanan pelanggannya yang punya rumah makan di persimpangan sana, ia berjumpa dengan wanita itu, wanita dengan bola mata yang mempesona, juga senyum yang mampu mendobrak jiwanya.
lalu perasaan itu membuat ia tak enak makan tak nyenyak tidur. tak ada pesananpun ia senantiasa datang ke rumah makan itu, pura-pura bertanya atau iseng membantu mencuci piring sambil curi-curi pandang barang sekejap dua kejap.
hanya tiga bulan saja, maka mendung sempurna menghiasi wajahnya. wanita itu, wanita yang dikaguminya diam-diam dilamar seorang juragan beras dari ibu kota, pria tua dengan kacamata dan giginya yang tinggal dua saja. ah, mengingatkan pada siti nurbaya saja.
tapi berbeda dengan siti nurbaya, sang wanita dengan senang menrima pinangan sang kakek yang sudah layak menyiapkan kafan itu. bagaimana tidak, dalam dua hari saja sang kakek sudah membuat ia harus berjalan terbungkuk-bungkuk karena beratnya kalung yang ia pakai.

Pak Tua Asap

Pria tua itu, pria dengan dasi merah menyala, pria dengan jas dapat beli dari Italia. Matanya memandang keluar, memandangi kabut yang menutupi pandangan matanya. ini sama sekali bukan embun.
Barusaja ia mendapat telepon, izin perusahaannya terancam dicabut. Tuntutan masyarakat kepada pemerintah berimbas pada pengusutan pelaku pembakaran lahan yang menyebabkan sekian juta masyarakat seperti ikan yang diasapi.
Beberapa menit yang lalu ia baru saja mengamuk di ruang kerjanya, melempar berkas-berkas penting ke sembarang tempat, memecahkan vas bunga, juga membanting komputer jinjing keluaran terbaru yang bahkan belum beredar di Indonesia.
"BANGSATTT!"

Si Alan

"Sialan!!" Serunya sambil meremas kertas di tangannya. Ini sudah ketiga kalinya ia gagal di tes yang sama. Dua tiga hari sebelum tes, bapaknya yang mantan sekretaris kelurahan itu sudah mewanti-mewanti agar ia giat belajar. Tapi dasar ia yang pemalas, ia malah menghabiskan beberapa hari terakhir dengan bermain layangan bersama anak-anak SD di gangnya.
Perang besar akan meledak di rumahnya. Sudah dua tahun ia luntang lantung. Setelah dua kali gagal masuk perguruan tinggi negeri, bapaknya tetap tak mengizinkannya masuk perguruan tinggi swasta. Maka resmilah ini adalah kegagalannya yang ketigakali.
"Perguruan Tinggi Negeri, atau tidak sama sekali" begitu ancam bapaknya pada suatu sore saat ia meminta bapaknya mengizinkan ia masuk perguruan negeri swasta saja. Ia hanya menundukkan kepala, memandang asbak berisi puntung rokok sisa bapaknya.
ini semua salah bapaknya, saat ia lulus SMA, bapaknya pamer kemana mana bahwa anaknya dapat nilai Ujian terbaik di sekolahnya. Nilainya nyaris rata-rata sembilan. Bapaknya yang masih senang mengenakan seragam dinas mesti tak lagi menjabat itu berbuih-buih mulutnya ketika bercerita tentang anaknya yang pasti akan lulus masuk perguruan tinggi negeri.
Yang bapaknya tidak tahu, anaknya yang ia bangga-banggakan itu tak lebih dari tukang bikin onar di sekokah. Dan nilai-nilai itu, adalah hasil kongkalikong dengan teman-temannya yang anak anggota dewan, membeli soal lengkap dengan jawabannya. Maka walau ijazahnya delapan koma, otaknya empat koma saja belum tentu.

Senin, 14 September 2015

Kamu dan Kenangan tentang Kepergian


Sudah berapa kali senja kau lewati sendiri?
Ribuan.
Matamu itu tak mahir berbohong, walau kau tersenyum matamu masih kosong.
Kau tahu? Kadang kita harus kehilangan untuk menyadari betapa berartinya seseorang.
Lihatlah kabut asap yang menutupi jingganya senja, begitulah kabut kesedihan menutupi wajah lugumu. Hujan turun dari matamu.
Tak ada yang perlu kau ratapi dan sesali. Sungguh kehidupan hanya bayang-bayang. Lakon dan peran sudah ditentukan, cepat atau lambat kita selalu dihadapkan pada kenyataan-kenyataan. Ada kenyataan yang menyenangkan, ada yang menyedihkan.
Tertawa adalah respon wajar untuk kebahagiaan, menangis adalah simbol wajar untuk kesedihan. Tapi tahukah kau bahwa kesedihan tak harus selalu diiiringi tangis. Kita adalah aktor, menangis adalah script yang tertulis, kalau kita tertawa dan menyalahi script ya boleh boleh saja. Walau orang orang akan menaruh telunjuk di jidat ke posisi miring melihatnya.
Tidak, aku tak memintamu untuk menertawakan kesedihan. Aku hanya memintamu untuk menyelesaikan script air mata. Bukalah halaman selanjutnya dari skenario kehidupan, mungkin ada script senyum di sana.
Tersenyumlah, aku ingin kau jatuh cinta.
14-09-15, 16:33

Jumat, 11 September 2015

Demokreatif #KalbarMelawanAsap

Dua hari yang lalu saya tiba-tiba punya ide spontan untuk membuat bererapa gambar dengan pose membawa kertas bertuliskan “Pontianak Darurat Asap”. Ide awalnya lahir karena ternyata banyak yang tidak tahu atau belum tahu kalau kita di Pontianak juga mengalami masalah dengan kabut asap. Gerakan #MasihMelawanAsap yang heboh di media sosial isntagram dan twitter lebih condong membahas asap di sumatera. Padahal kita butuh perhatian yang sama.

Gambar-gambar itu saya buat untuk dijadikan DP BBM, Foto profil facebook atau sekedar diupload di instagram atau twitter.

Saya tak menduga status saya yang isinya gambar2 itu sampai dishare lebih dari 200 kali. Selain itu banyak sekali teman-teman saya di BBM menggunakannya sebagai DP. Di instagram ketika saya mencari hesteg #PontianakDaruratAsap saya banyak menemukan teman-teman mengunggahnya.

Yang saya lupa adalah masalah asap bukan masalah Pontianak saja. 

Di change.org telah dimulai sebuah petisi yang menuntut pak presiden agar melakukan 3 hal : 

1. Perusahaan yang melakukan pembakaran lahan segera memadamkan api dilahannya;
2. Memberi sanksi (hingga pencabutan ijin usaha) pada perusahaan yang melakukan pembakaran lahan;
3. Pemda menanggung biaya pengobatan warga yang sakit

Teman-teman dengan :

1. Bantu  tandatangan petisi agar tuntutan ini didengar dengan klik di sini dan ikuti instruksi di link tersebut.

2. Membuat status di BBM atau facebook berbunyi "Ayo Tandatangani gerakan Melawan asap, tuntut pemerintah menindak pembakar lahan di https://www.change.org/p/pak-jokowi-beri-sanksi-denda-dan-hukuman-perusahaan-yg-lakukan-pembakaran-lahan-amp-tanggung-biaya-pengobatan-warga-yg-sakit-krn-asap #KalbarMelawanAsap ". Tujuannya agar lebih banyak yang tandatangan dan suara tuntutan lebih didengar.

sebagai bukti bahwa kita sudah mendukung gerakan ini, Akhirnya saya berpikir untuk membuat ulang gambar dengan kalimat “Kal-bar Melawan Asap”. Kita tak bisa turun ke jalan, tapi mari bergerak dengan apa yang kita bisa. Buat teman-teman yang ingin ikut dalam Demokreatif ini silahkan gunakan gambar-gambar di bawah ini sebagai DP BBM, foto profil atau sekedar upload ulang di instagram. Sertakan hestek #KalBarMelawanAsap.















bonus Komik...


terimakasih yang berkenan ikut dan menyebarkan demokreatif ini.

Kamis, 19 Maret 2015

#SavePersebaya1927, Sebab Perjuangan Tak Akan Surut Kawan


Kali ini izinkan saya mengisi blog ini dengan tulisan yang berbeda dari biasanya, dengan tema yang jauh dari biasanya.

Saya adalah seorang yang belum lama menjadi peminat sepakbola. Saya tak pernah begitu antusiasnya menyaksikan sebuah pertandingan karena bagi saya tak ada yang istimewa. Orang-orang yang berlari, menendang ke sana kemari, lalu ada yang berlakon bak di panggung drama demi sebuah hadiah pinalty.

Lalu suatu waktu saya mulai paham bahwa sepakbola tak sekedar itu saja. Sepakbola tak sekedar 2x45 menit di lapangan, tapi ia adalah setiap bagian dari denyut kehidupan yang melingkupinya. Banyak cerita dalam sepakbola yang menakjubkan dan itu yang menarik bagi saya. Saya mengagumi mereka yang di pinggir lapangan jauh melebihi kekaguman saya kepada mereka yang bermain di tengahnya.

Pelatih bisa pergi, pemain bisa pergi, tetapi fans tidak.

Salah satu cerita yang pernah saya baca dan masih saya baca adalah bagaimana teman-teman Bonek Persebaya 1927 berjuang demi klub kebanggaannya. Mereka rela berdahaga sepakbola demi hal yang mereka yakini sebagai sebuah kebenaran.

Salah satu gebrakan terbaru adalah sebuah gerakan #DonasiSavePersebaya yang digalang atas kerjasama bonek dan manajemen. Hasil dari pengumpulan dana akan digunakan untuk perjuangan mengembalikan persebaya 1927 dan membangun kembali klub bila cita-cita tersebut tercapai.

No rekening BCA. 2582167827 

a/n Andy Kristiantono dan Maurits B.P.


Entah sudah pernah dilakukan atau belum, timbul ide sederhana dalam benak saya tentang salah satu cara pengumpulan dana. Saya membayangkan bila bonek dan manajemen sepakat meluncurkan jersey persebaya 1927 special edition #SavePersebaya. Persebaya 1927 memang tak sedang berkompetisi, tapi bukankah kita semua masih percaya bahwa Ia ada dan selalu ada. Sementara penggalangan secara langsung dilakukan, tak salah menurut saya bila cara ini juga dilakukan. Agar kelak, jersey edisi spesial itu bisa menjadi pengingat sebuah perjuangan.

Mungkin bagi sebagian orang sulit mengeluarkan uang untuk sebuah gerakan, tapi siapa tahu mudah baginya untuk membeli jersey klub kebanggan.

Terbersit pula ide di kepala saya bagaimana bila Bonek membuat klub baru dan memulai dari nol. Oh, kemudian batin saya menolaknya, Bonek tengah memperjuangkan klub yang penuh sejarah. membangun klub baaru sama saja dengan mengaku kalah.

Tapi kawan, bila kalian rindu stadion tak ada salahnya bila kalian mulai berpikir membuat klub untuk berlaga di Liga Nusantara. Klub yang bukan persebaya tapi punya jiwa persebaya. Tak perlu mengejar promosi, anggap saja obat rindu pada tribun yang lama tak terisi. Dan kelak, ketika persebaya 1927 berjaya kembali, klub tersebut dapat menjadi tempat pemain muda menempa diri.

Itu semua hanya sekedar ide yang terlintas di kepala saya. Bila ide tersebut adalah bentuk kesotoyan saya, saya menghatur maaf. Sekali lagi, saya bukan penggila bola, tapi saya menggemari cerita-cerita di baliknya.  Mungkin saya tak tahu tentang banyak hal, saya hanya mencoba menuliskan ide yang saya punya.


Saya bukan bonek, namun saya ingin menjadi bagian dari orang2 yang tersenyum bila kelak perjuangan ini berbuah manis.

"Kebahagiaan adalah perjuangan melawan penindasan" (Karl pada Eleanor Marx)






----------------
NB : semoga kelak persipon dan persebaya bisa berjumpa di Liga. Doakan juga persipon lepas dari krisis finansialnya.

Sabtu, 15 November 2014

4 TIPS MENJALANI LDR


heiho!
Kampret, barusan gue buka dshaboard blog gue udah ampe lumutan sob. gue liat tadi ada gembel numpang boker. kan langsyat!

jadi malam ini gue paksa-paksain deh buat posting.

Di Posting kali ini gue mau bahas Tips-tips buat lo yang ngejalani LDR, alias Lintas Djarak Relationship.

1. Komunikasi Itu Penting

Komunikasi itu penting, tapi jangan lebai. Gak perlu tiap saat laporan, sempatin aja minimal satu hari sekali. Komunikasi bisa pakai apa aja, chat, telepon, sms, atau pakai prasasti yang dihanyutin di sungai.

2. Hindari Prasangka

banyak hubungan LDR yang gagal karena salah satu atau keduanya sering berprasangka. Menerka-nerka sesuatu yang gak terjadi itu bikin lo terus-terusan gak tenang. Misalkan pacar tidak memberi kabar seharian, biasanya kita akan berpresepsi yang bukan-bukan. padahal bisa jadi doi lagi ditugasin bosnya mencari kitab suci ke barat terus hapenya ketinggalan,

3. Saling Berbagi

Untuk memperkuat rasa saling percaya, penting sekali bagi pasangan LDR untuk saling berbagi. Ceritain hal-hal seru yang lu lalui. kalau ada masalah juga ceritain. Misalnya lu tadi boker lupa buka tutup klosetnya. udah boker baru nyadar belum dibuka. ceritain!.

4. Saling mengerti

Pahamilah pasangan loe, kenapa  doi marah, apa yang harus dilakukan jika doi sedang dalam kondisi badmood. Jangan sampai karena lo gak bisa ngertiin doi, doi malah cari pelarian. Apalagi kalau pacar lo Cinta, bisa bisa doi lari ke pantai, lari ke hutan, atau malah mecahin gelas. Kan mecahin berarti membeli.

Eh ya udah gitu aja tulisan gak penting ini.



Senin, 08 September 2014

Bandara Saksi Mata


Banyak sudah air mata yang jatuh di bandara
Ada ibu yang menangisi kepergian anaknya
Ada istri yang melepas sang suami dengan derai air mata
Maka bandara menjadi saksi pilu demi pilu perpisahan

Di bandara pula gelak tawa pecah dari mereka yang bersuka ria
Sang ibu yang menyambut anaknya yang baru saja sarjana
Sang istri yang menyambut suaminya pulang dari perjalanan kerja
Serta anak-anak yang tak sabar minta oleh-oleh segera dibuka

Lihatlah! Pertemuan dan perpisahan tak berjarak di bandara. Tangis pedih, tangis rindu, tangis haru, semua di sini.

Dan bandara tetap bisu, rintik hujan yang turun, meleburkan kisah2 itu satu demi satu.

Gubuk Di Tepi Pantai


Dari jendela yang reot itu
Ia melihat ombak, melihat lambai kelapa memanggil angin, memanggil hujan
Dari jendela yang reot itu ia menunggu matahari pagi terbit dari kaki2 pulau yang berbaris di seberang
Ia tak lagi muda, raganya yang renta, terbujur diam di atas ranjang yang turut menua
Hanya matanya,hanya matanya memberi isyarat
Betapa kesepian telah membunuh sekian banyak waktunya
Dipandangnya figura tak berkaca yang tergantung miring di dinding kamarnya
"Pulanglah nak" bisiknya lirih.
Mendadak sunyi, desir angin melingkupi sepi

Ia pergi, dan anaknya pulang dengan derai air mata

Sepuluh Tahun


sepuluh tahun yang lalu, ia meninggalkan kampung halaman, berjanji tak akan pulang sebelum menang
sepuluh tahun yang lalu, ibunya menangis, menghantar ia di depan pintu bandara, air matanya, menjelma butir hujan yang jatuh di sepanjang sungai kapuas

sepuluh tahun lamanya ia pergi dan ibunya menunggu di rumah sambil menjahitkan kemeja untuk dipakai anak satu-satunya di perantauan ketika nanti pulang

sepuluh tahun berlalu dan tak juga ia muncul untuk memeluk, membawa pulang kemenangan seperti yang ia janjikan.

sepuluh tahun telah memakan usia ibunya, menjadi tua renta yang kesepian
sepuluh tahun sudah, telah pupus harapan, ia pulang namun tak mampu lagi memeluk dan mencium
ia pulang, ia pulang.

ketika gundukan tanah basah itu ditinggalkan, air mata ibunya yang dulu turun lagi sebagai butiran hujan, membasahi kesepian demi kesepian yang akan semakin panjang

Perjalanan keabadian


Telah kuterima suratmu, dari batangan hujan yang kau potong satu satu
Hujan yang tua itu, pernah singgah di batang2 bambu
Pernah singgah di genangan air di jalan jalan pemerintah
Bahkan sesekali mungkin menjadi genangan air kencingku
Panjang sekali ; perjalanannya adalah kebadian

Aku; Hujan


Aku ; rintik hujan yang jatuh di depan jendela kamarmu
Mengalir aku dan keakuanku dari parit, sungai, hingga samudera
Menjadi uap, menjadi embun, menjadi hujan, dan jatuh di depan jendela kamarmu
Berlari aku ke parit, ke sungai, terus ke samudera
Menjadi uap, menjadi embun, menjadi hujan
dan terap turun di depan jendela kamarmu
Aku ingin melihatmu sekali lagi, sekali lagi

Pontianak, 4/9/14 - 20:55

Sudah Bulan September

aku menulis gelisah di pucuk daun ketapang di depan rumah
bulir hujan yang pecah mengalir jatuh menyentuh tanah yang ramah
sudah bulan september, hujan mulai sering turun rintik
rindu menderu, hujan gemericik
pada senyumannmu yang ghaib, hujan menjelma sendiri menjadi puisi
bibirmu menjadi begitu magis, meranya merekah begitu manis
sudah bulan september, hujan turun di teras rumahku, sedangkan rindu lebur dalam kesepianku

Pontianak, 04/09/14-10:44