Selasa, 27 Agustus 2013

DIARY SEORANG WANITA INDIGO



Masih teringat jelas kali pertama pengalamanku bersinggungan dengan sesuatu yang berasal dari dunia lain. Aku yang masih kecil sedang bermain dekat pohon yang kemudian terkenal angker. Dari gelapnya langit mendung, sesosok wanita terlihat melayang menembus benda-benda, kemudian terbang dan menghilang di atas pohon. Saat itu, aku hanya bisa diam…, bahkan terlalu takut untuk berteriak.
Aku tidak pernah menyangka jika itu hanyalah awal dari banyak kejadian seram lainnya. Semua yang kualami membuatku merasa tidak nyaman. Aku takut mereka menggangguku atau mencelakaiku nanti. Sampai aku menyadari…,
mereka menginginkan sesuatu dariku.

Namaku Ayumi. Keseharianku sebagai orang yang bisa melihat dan berbicara dengan “mereka”, membuatku memiliki dua dunia.
Siang yang indah dan malam yang mencekam.
Semuanya kutuliskan dalam sebuah buku harian…,
My Creepy Diary.


 Beuh!!! Sok sibuk amat saya ampe lama gak ngeblog di blog ini. Sebagai seorang (yang ngakunya) blogger saya ngerasa gagal. Tapi mau gimana lagi, saya sekarang sibuk banget, sibuk bermalas-malasan.

Jadi kali ini gue bakal bikin review singkat tentang sebuah buku yang judulnya "My Creepy Diary".



Jadi ceritanya di suatu malam yang sepi, angin malam berhembus menembus ventilasi. Aroma malam yang khas dengan suara jangkrik yang memecah sunyi. Saya tengah berbaring sendiri, di balik selimut tebal saya asyik memainkan handphone mengamati hiruk pikuk timeline.

Sebuah mention masuk, seseorang yang inisialnya @edoding nawarin gue buku gratis. Judulnya my Creepy diary. Walaupun bukan saya bukan penggemar buku horror, namanya juga gratis ya saya mau.

Secara garis besar MCD (My Creepy Diary) merupakan kumpulan kisah pengalaman penulis yang merupakan seorang wanita indigo. Cerita diawali dengan kisah pertama kali ia menyadari bahwa dirinya berbeda, lalu dilanjutkan dengan berbagai kisah uniknya menolong jiwa-jiwa yang penasaran.

Setelah membaca beberapa bab saya sedikit merasa bahwa ceritanya sedikit monoton dimana alurnya adalah : bertemu arwah penasaran - minta tolong - ditolong - arwahnya terbebas. Namun kekhawatiran saya bahwa buku ini akan membosankan ternyata salah. Setidaknya dengan alur yang sama itu kita akan tetap mendapat pelajaran berbeda dari kisah-kisahnya. Menurut saya itulah yang memang ditonjolkan dalam kisah-kisah tersebut. Di beberapa bab juga ternyata ditunjukkan bahwa usahanya untuk membuat jiwa-jiwa penasaran menjadi tenang itu tidak selalu berhasil.

Sebagai sebuah buku horor saya rasa buku ini cukup bisa membuat bulu-bulu di tubuh saya merinding. Beberapa part bahkan membuat saya menoleh kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada sesuatu yang aneh di sekitar saya.

Secara kesluruhan saya cukup terkesan bagaimana sang penulis menyisipkan berbagai pesan dalam kisah-kisah hororr. Sesuatu yang sangat jarang saya temui.

3,5 bintang dari 5 bintang mungkin pantas saya berikan untuk buku ini.

Sekian review singkat dari saya, di tulis pada malam rabu yang dingin karena di luar sedang hujan. Mungkin say abutuh pelukan, pelukan selimut yang hangat.

2 Komendang:

Bayu P Abuna BALAS MON!!! mengatakan...

Kutipannya aja udah serem banget. Setelah baca, mata ikutan miring juga.

Belum pernah baca buku horor, tapi keknya mau baca buku ini. Thanks ya bro, infonya

ayumi chintiami BALAS MON!!! mengatakan...

Peluk mamon tersayang *hug*