Aku menggenggam
cangkir kopi tubruk di tanganku. Udara dingin terus
berhembus mengusap kulitku. Sore ini hujan turun dengan derasnya.
Beruntung ini Aku pulang cepat, Aku tak
sempat kehujanan.
Dulu waktu Aku masih kecil, hujan adalah momen momen yang
sangat membahagiakan. Bila hujan deras turun, Aku dan adik sigap bersama
melepas pakaian lalu merengek kepada ibu agar dibolehkan main hujan hujanan. Ah,
Aku rindu saat itu.
![]() |
A Rainy Day an A Cup Coffe(Source) |
Mataku masih tak berhenti memandangi garis garis hujan.
Menyeruput kopi tadinya panas dan kini mulai dingin. Aroma kopi yang pekat
bahkan tak dapat kurasakan, sepertinya angin telah menerbangkannya dari
cangkirku.
Bagiku, hujan bukan sekedar air yang jatuh dari langit.
Banyak pelajaran yang Tuhan titipkan padanya. Tuhan mengajarkan kita sesuatu lewat
alam. Bahwa alam adalah ayat-ayat-Nya, Aku benar benar percaya.
Hujan sering turun dengan tiba-tiba, bahkan dengan langit
yang sangat cerah sekalipun tak ada yang dapat menjamin bahwa hujan tidak akan
turun. Begitupula masalah, kita tak pernah tahu
kapan datangnya. Ketika hujan turun kita akan tergopoh gopoh berlindung.
Begitupula saat sebuah masalah menerpa hidup kita, pikiran kita tiba-tiba kacau
dan hanya berpikir untuk segera keluar dari masalah. Harus disadari bahwa kita adalah makhluk yang
tergesa gesa sehingga tanpa sadar ketrgesa gesaan kita membuat semuanya menjadi
lebih parah dari sebelumnya. Saat hujan banyak pengendara yang mempercepat laju
kendaraan untuk selamat dari hujan tanpa menyadari bahwa apa yang dilAkukannya
berbahaya bagi dirinya? Begitulah analogi dari mereka yang ketika di timpa
masalah lalu tergesa-gesa menylesaikannya dengan cara pintas tanpa memikirkan
dampaknya.
Dia atas hujan
dianalogikan sebagai sebagai sebuah masalah, tapi Aku tidak mengatakan bahwa
hujan adalah sebuah masalah. Seperti yang pernah kuungkapkan sebelum ini, bahwa
kehidupan ini adalah bagaimana sudut pandang yang kita ambil padanya. Hujan
bagi sebagian orang adalah musibah karena menggagalkan daftar kegiatan yang
telah disusunnya, namun bagi sebagin lain adalah sebuah anugerah. Itulah cara
Tuhan ‘Menggilirkan” kebahagiaan bagi makhluknya. Kita sama sekali tak bias menolak,
tapi bias memilih. Memilih untuk menikmatinya atau memilih untuk berkeluh kesha
tanpa arti.
Akan ada pelangi setelah hujan, akan ada kemudahan setelah
kesulitan. “Inna ma’al ‘usri yusraa”
5 Komendang:
Hidup adalah pilihan antara menikmati atau mengeluh diatas problematika yg ada di dalamnya :) Aku setuju!
aku masih suka ujan2an smpe sekarang, ;)
Puitis juga kau Mon XD Sip sip... :)
bagus analoginya :')
Sangat Setuju...Hidup Adalah Perjuangan, Siapapun Anda yang menyerah pasrah pada keadaan, sama juga pecundang. Live is a struggle.
Posting Komentar