Senin, 16 April 2012

Berhenti Berlari, Terimalah!!! Ini nyata

Berlari dan terus berlari. Banyak dari kita adalah orang orang yang gemar berlari. Tunggu dulu! yang saya maksud bukan berlari dalam arti yang sebenarnya.
Sumber

Kita sering sekali berlari, berlari dari masalah salah satunya. Kita mencoba menghindar, meninggalkan masalah yang tak pernah kita selesaikan. Padahal tanpa kita sadari, masalah yang kita tinggalkan nantinya akan menimbulkan masalah baru di depan. 


Sering juga kita berusaha berlari dari kenyataan, kita berlari dan terus berlari. Berlari meninggalkan kenyataan padahal di depan ada kenyataan lain. Bahwa hidup adalah nyata adalah kenyataan. Nyata bukanlah sebuah pilihaan.

Dari situlah kemudian kita akhirnya menyadari bahwa "berlari" adalah sebuah usaha sia-sia. Kita kemudian hanya mendapatkan lelah dan tak mendapat manfaat apapun darinya. Semakin kita berlari maka ia semakin dekat.

Sekarang mari tetap berlari, tapi dengan cara yang lebih brilian.

Kita sering berlari tanpa pernah berpikir untuk berhenti sejenak. Sekedar menarik nafas seraya berpikir haruskah kita berlari. |Kenapa kita tidak mencoba berjalan. Menyimpan kekuatan ungtuk menyambut kenyataan baru. Ingat, semakin kita berlari meninggalkan kenyataan, semakin cepat kita menemukan kenyataan yang lain. Dengan berjalan, kita memperlambat proses itu. Saat itulah kita dapat menyiapkan diri agar mampu menerima kenyataan, bahkan menjadi bagian dari kenyataan yang ita hindari.

2 Komendang:

Vye Riansyah HR BALAS MON!!! mengatakan...

berlari,itu juga bikin capek,dan mslh mkin panjang

Wahyu Prakoso BALAS MON!!! mengatakan...

berlari, sekilas menyenangkan tetapi disisi lain juga membawa sebuah kesedihan. jika kita berlari meninggalkan suatu masalah maka masalah tersebut akan berlari mengejar kita. lebih baik ga usah ketemu sama masalah. ga baik ;p