Selasa, 24 April 2012

Partikel dan Sang Penjaga

Iseng saja ku tulis judul di atas, karena posting ini tentang partikel dan aku, Yahya Muhaimin yang artinya sang penjaga kehidupan.

Minggu, 15 April 2012___
Ini hari ketiga sejak Partikel benar benar diluncurkan.  Sebuah buku yang merupakan seri keempat dari heksalogi Supernova. Selama ini, aku tak pernah tertarik dengan supernova. Entah mengapa ada rasa yang lain ketika buku ini kemudian hadir. Timeline twitter yang tiba-tiba diramaikan tentang PARTIKEL membuatku seakan terhipnotis. Entah ini istilah yang tepat atau tidak untuk aku pilih.
Sekitar pukul dua siang aku kembali melangkahkan kakiku di Gramedia Pontianak untuk ke sekian kalinya dalam minggu. Ini masih pertengahan bulan, namun uang di dompet sudah benar pas-pasan. Sebelum ke sini aku sudah  mempersiapkan kemungkinan uang yang kurang. Aku merengek minta di pinjamkan uang. Beruntung ibu akhirnya mau meminjamkan dengan perjanjian bila uang beasiswa keluar aku harus segera mengembalikan. Bukan karena pelit kurasa, karena ia ingin mengajarkan kami bertanggung jawa atas sesuatu yang di sebut hutang.
Aku tak punya waktu untuk keliling dan membaca buku lain terlebih dahulu, pikiranku terus terpaku pada satu buku yang membuatku berdiri di sini sekarang, Partikel. Untuk mempercepat pencarian aku segera menghubungi customer service. Aku pulang dengan tangan hampa, Partikel belum mendarat di Pontianak katanya.
Free download gratis ebook partikel supernova dee lestari
Jum’at, 20 April 2012
Siang ini, sebelum shalat Jum’at aku sempatkan kembali untuk berburu Partikel yang beberapa hari ini benar-benar membebani pikiranku. Aku addicted oleh buku, ketika aku ingin maka aku tak peduli dengan apapun, aku harus mendapatkannya. 
Uang yang kupinjam pada ibu beberapa hari yang lalu kini sudah habis untuk keperluanku. Beruntung tadi malam bapak memberiku uang sebagai terimakasih telah membantunya  menyelsaikan administrasi sekolah.
Baru saja kakiku melangkah masuk, aku diserbu rasa yang meluap-luap. Susuna buku-buku di rak New Arrival  segera menyedot perhatianku. Ada partikel di sana, bersama tiga kakak-kakaknya yang lahir terlebih dahulu lebih dari delapan tahun yang lalu. Ah, ini kalimat yang berlebihan mungkin.
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas, sebentar lagi waktunya shalat jum’at, tanpa basa basi kusambar  satu partikel dari raknya untuk kubawa ke hadapan kasir.
Sebuah rasa menggelegak dalam diriku, aku tak sabar untuk membacanya.


Minggu, 22 April 2012 ___
Sudah tiga hari novel itu tergeletak di lemari bukuku. Sebuah symbol bumi yang disebut juga palang solar tercetak timbul di sampulnya. Aku terlalu sibuk dengan tugas tugasku, aku sama sekali belum sempat membacanya.
Hari ini aku harus menyelesaikan tugas laporan praktikumku lagi, dua laporan harus dikerjakan hari ini. Tapi entah kenapa aku sama sekali tak bernafus untuk mengerjakan tugas itu. Sejak beberap detik lalu pandanganku terus terpaku pada novel itu. Seperti ada sebuah kekuatan halus yang memaksaku tuk memegangnya dengan tanganku.  Kubuka lembar lembar awal novel itu tanpa maksud membaca, kupikir biarlah aku menghapus sedikit penasaranku. Ternyata aku salah, bukannya menghapus rasa penasaran semakin kubuka aku semakin penasaran untuk membaca ke halam selanjutnya.  Aku terhipnotis mungkin.
Aku coba membaca dengan random, mencoba menghapus kembali rasa penasaranku. Tiba-tiba mataku berhenti di satu halaman. Satu halaman full dengan sebuah sketsa makhluk yang benar benar asing, alien. Gambar gambar itu mengembalikanku ke setahun yang lalu. Memutar kembali ingatanku pada diriku yang waktu itu merasa gila. Aku pernah tergila-gila dengan alien. Kuhabiskan waktu di warnet berhari-hari demi membaca segala informasi tentang makhluk yang sampai saat ini masih diperdebatkan keberadaannya. Novel ini benar benar membuatku tertarik ke dunia itu.
Senin, 23 April 2012
Ada satu laporan yang harus kukumpulkan esok hari, tapi aku memutuskan untuk menunda mengerjakannya. Pulang kuliah pukul  sebelas aku tak kemana-mana lagi, segera pulang.
Setelah menghabiskan waktu satu jam untuk tidur siang, novel dengan tanda lingkaran dan palang hijau itu kembali kupegang di tanganku. Aku berjanji aku akan menamatkan novel ini hari ini juga. Aku tak ma uterus dipenuhi rasa penasaranku yang menggebu gebu.
Di awal aku di suguhkan kisah tentang ayah yang mrawat dua anaknya dengan cara yang samasekali berbeda dengan anak lainnya. Hal ini bahkan membuat sang ayah harus bersinggungan dengan mertua dan istrinta. Tapi ia tidak peduli.  Sang ayah yang ahli tentang jamur terus mengajari anaknya dengan metodenya sendiri.
Peristiwa peristiwa aneh kemudian terjadi, akhirnya sang ayah menghilang. Dari sinilah kemudian pertualangan demi pertualangan harus dilalui Zarah, anak tertua. Ia melanglang buana sampai pulau Kalimantan hingga London.  Di sana ia menemukan sedikit titik terang untuk menemukan sang ayah.
Ah, aku tak mungkin bercerita semuanya di sini. Anda harus membacanya untuk merasakan dahsyatnya Novel ini. Novel yang menciptakan imajinasi liar dalam kepalaku.

 Dan aku percaya, bahwa bumi telah memilih dee untuk menyampaikan pesan melalui novel noelnya.

4 Komendang:

Pipit Sunny BALAS MON!!! mengatakan...

gyaaaaaaaaaaaaaa aku harus punya juga XD

agung BALAS MON!!! mengatakan...

blogwalking gan visit balik spirtusminumanku.co.cc follow juga ya gan ntar follow balik

Muhammad Ali Imran BALAS MON!!! mengatakan...

wah, bukunya buat penasaran.
gaya cerita agan menarik :D
blogwalking ya :)

Amalia Yustisia Pratiwi BALAS MON!!! mengatakan...

Ralat tanggalnya salah: Minggu, 23 April 2012 seharusnya hari Minggu tanggal 22 April 2012.
Abis dikado "Petir" yang ada ttd Dee. Ada yg mo ngasih "Partikel" lengkap dngn ttd Dee ga ya...? #ngarep# :D