Jumat, 10 Februari 2012

OH IBU, TUHAN TELAH TERGUSUR DI NEGERI SAMPAH

Posting ini adalah bagian dari ketidak jelasan saya sebenarnya. Bahkan dalam puisi, saya tidak pernah punya tema khusus. Terkadang saya berpuisi tentang cinta, terkadang puisinya dengan semi kontemporer, dengan diksi yang tak jelas. Kali ini, sehubungan dengan carut marut republik ini, saya mencoba buat posting kembali puisi lama saya/ dibuat kira kira setahun yang lalu : 

Sketsa PKLAlun-alun Utara (Source)


CERITA BUAT IBU


Ibu
Siang tadi,
aku melihat seorang bocah
Terdiam
Air matanya mengalir
Bercampur aroma keringat
Dan busuk bau sampah

Mungkin baginya hidup begitu  keras
Untuk di jalani dibawah terik
yang telah menggelapkan warna kulit

Tajam matanya
Menggilas  debu yang berterbangan
Berkaca pada genangan lumpur selokan

Ibu
Apa yang terjadi dengannya?
Apakah ayahnya telah mati? Meninggalkan ia sendiri
Sunyi sepi merangkak di kegelapan dunia ini

Ibu
Aku sungguh kasihan pada dirinya
Tapi apa daya duhai Ibu yang tercinta
Nasib kita tidaklah lebih baik darinya


TUHAN DI NEGERIKU TELAH TERGUSUR


Tuhan di negeriku telah tergusur
Oleh nafsu yang bersarang di dalam dada
Di matanya mengalir darah
Di hatinya menahan amarah

Tuhan di negeriku telah tergusur
Oleh mereka, manusia tanpa roh
Yang mengaku sebagai pemimpin berhati nurani

Dan kini, saat duka melanda penjuru negeri
Mulut-mulut busuk itu memanggil :
Tuhanku !, Kemana kini engkau pergi
Tidak malukah mereka?

Tuhan di negeriku telah tergusur
Oleh materi yang dipertuhankan


NEGERI SAMPAH


Di negeri yang sampah ini
Aku mengeja berpatah-patah kebisuan
Lewat desahan nafas
Lewat sosok-sosok yang meringis kelaparan

Di negeri sampah ini
Aku melihat berjuta-juta nyawa
Mengantri menunggu ajal

Di negeri yang sampah ini
Rakyat diajarkan cara mengemis
Dengan bantuan langsung tunai

Sungguh  kini aku telah terlalu bosan
Karena sampah ini telah terlau sesak
Untuk terus kutawan dalam kebimbangan
Untuk kuabadikan dalam setiap kerinduan

Negeriku, negeri sampah
Sarang koruptor dan para bedebah



Selamat Membaca,

MAMON

9 Komendang:

Anonim BALAS MON!!! mengatakan...

puisi yang bagus, oia salam kenal sekalian ijin follow blog ini ya..

geje.mlete BALAS MON!!! mengatakan...

asli mantap bener

Faizal Indra kusuma BALAS MON!!! mengatakan...

UHUhuhu.. Mengiris hatiTT

Azura Zie BALAS MON!!! mengatakan...

muantep mooon...

SiEndot BALAS MON!!! mengatakan...

puisinya bagus kakak :)

Anggi BALAS MON!!! mengatakan...

puisinya sungguh menyentil

nice post

Cucu Hermawan BALAS MON!!! mengatakan...

Sampah memang sudah mendunia, apakah bumi ini akan menjadi dunia sampah?

Cucu Hermawan

NF BALAS MON!!! mengatakan...

puisinya bernada satire

Unknown BALAS MON!!! mengatakan...

Puisi yang menyentuh dan heroik . Generasi muda indonesia maju terus negerimu menunggu karyamu yang gemilang.